Pertanyaan yg sangat umum. Namun secara mendasar membuat motor lebih kencang adl dengan menaikkan rasio power to weight dan meningkatkan efisiensi sistem motor. Prinsip ini berlaku untuk 2T dan 4T. Meningkatkan power to weight rasio tenaga terhadap bobot caranya ya menaikkan power mesin yg dihasilkan atau mengurangi bobot total motor. Menambah tenaga yg bisa dihasilkan mesin berarti memperbanyak asupan atau jumlah udara dan bahan bakar yg bisa diproses menjadi tenaga. Caranya dengan memperbaiki proses masuknya udara dalam hal ini sebagai sumber oksigen ke dalam ruang bakar. Ketika semakin banyak oksigen yg masuk keruang bakar, maka bahan bakar yg bisa terbakar sempurna menjadi lebih banyak. Ketika jumlah bahan bakar yg bisa terbakar sempurna lebih banyak pasti energi yg dihasilkan lebih besar. Dan ujung-ujungnya tenaga mesin pun membesar. Nah untuk meningkatkan jumlah udara yg bisa dimasukkan keruang bakar, ada setidaknya 3 cara. Meningkatkan putaran mesin sehingga proses pembakaran terjadi lebih banyak. Memperbesar kapasitas ruang bakar. Dan yg terakhir memasukan udara secara paksa, menggunakan NOS. Namun tak kalah penting adl meningkatkan efisiensi dari sistem motor. Efisiensi itu dimulai dari efisiensi volumetrik, efisiensi termodinamis, dan efisiensi mekanis. Sebagai contoh adalah penggunaan oli yg mampu menurunkan koefisien gesekan, pemasangan laher atau bearing bergesekan kecil, hingga ban yg bisa menggigit aspal lebih erat.
Pertanyaan yg sangat umum. Namun secara mendasar membuat motor lebih kencang adl dengan menaikkan rasio power to weight dan meningkatkan efisiensi sistem motor. Prinsip ini berlaku untuk 2T dan 4T. Meningkatkan power to weight rasio tenaga terhadap bobot caranya ya menaikkan power mesin yg dihasilkan atau mengurangi bobot total motor. Menambah tenaga yg bisa dihasilkan mesin berarti memperbanyak asupan atau jumlah udara dan bahan bakar yg bisa diproses menjadi tenaga. Caranya dengan memperbaiki proses masuknya udara dalam hal ini sebagai sumber oksigen ke dalam ruang bakar. Ketika semakin banyak oksigen yg masuk keruang bakar, maka bahan bakar yg bisa terbakar sempurna menjadi lebih banyak. Ketika jumlah bahan bakar yg bisa terbakar sempurna lebih banyak pasti energi yg dihasilkan lebih besar. Dan ujung-ujungnya tenaga mesin pun membesar. Nah untuk meningkatkan jumlah udara yg bisa dimasukkan keruang bakar, ada setidaknya 3 cara. Meningkatkan putaran mesin sehingga proses pembakaran terjadi lebih banyak. Memperbesar kapasitas ruang bakar. Dan yg terakhir memasukan udara secara paksa, menggunakan NOS. Namun tak kalah penting adl meningkatkan efisiensi dari sistem motor. Efisiensi itu dimulai dari efisiensi volumetrik, efisiensi termodinamis, dan efisiensi mekanis. Sebagai contoh adalah penggunaan oli yg mampu menurunkan koefisien gesekan, pemasangan laher atau bearing bergesekan kecil, hingga ban yg bisa menggigit aspal lebih erat.
Ingat, tenaga besar atau power to weight ratio yg besar sekali pun menjadi percuma jika banyak terkurangi saat di transfer kepermukaan aspal atau jalan. Contoh praktisnya, sobat bisa melakukan bore up pada mesin. Menggunakan oli yg mempunyai mutu lebih baik, hingga pergantian CDI yg menghasilkan api lebih sesuai dengan kebutuhan mesin {spark energy/energi nyala api atau timing/waktu pengapian. Atau kurangi saja bobot motor dengan menanggalkan part dengan bobot lebih ringan seperti ban, pelek, tromol, sokbreker, dan lengan ayun.